Showing posts with label sariawan. Show all posts
Showing posts with label sariawan. Show all posts

Friday, June 22, 2012

Tanaman Adas Manis yang kaya manfaat


Tanaman Adas Manis yang kaya manfaat

Nama Latin :
Foeniculum vulgare Mill

Nama Daerah :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba), Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu), Adeh, manih (Minangkabau), paapang, paampas (Menado), Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud), Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis), Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand), Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.), Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).

Habitat :
Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 – 1.300 dpl.

Deskripsi :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih,

seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Kandungan Adas :

Buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 – 6%, mengandung 50 – 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
  1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
  2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
  3. Menghilangkan dingin dan dahak.
  4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
  5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.
  6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Khasiat Adas :
Adas berkhasiat sebagai Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba.

Resep Tradisional Adas:

Buah adas sebanyak 3 – 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air

mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

Contoh pemakaian :

Venkel (Foeniculum vulgare Mill)

1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
sehari, masing-masing 1/2 gelas.


2. Sesak napas
a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.


3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
3/4 gelas.


4. Haid tidak teratur
Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

Monday, June 11, 2012

labu siam & manfaatnya

Labu siam & manfaatnya


Meskipun bentuknya tidak eksotis, labu siam banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Sayuran yang murah harganya ini merupakan makanan sehat buat jantung, mampu menangkal kanker, dan sangat baik bagi wanita hamil.
Labu siam pertama kali ditemukan oleh Patrick Browne di Jamaika pada tahun 1756. Jenis tanaman ini banyak ditanam di kawasan Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Di Meksiko, tanaman labu siam tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.
Labu Siam bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini disebut chayote.
Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap atau sayuran lainnya.
Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus.
Berdasarkan penampilan buahnya, labu siam terbagi menjadi dua varietas, yaitu varietas labu Siam dan varietas labu anggur. Varietas labu siam memiliki ukuran buah besar, dapat dipanen pada stadium cukup tua untuk bahan sayuran, atau stadium amat muda (baby) sebagai bahan lalapan. Varietas labu anggur memiliki ukuran buah kecil, umumnya dipanen pada stadium amat muda (baby) untuk dijadikan bahan lalapan.
Buah labu siam juga memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7 g per 100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. Serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit kanker yang disebabkan sistem pencernaan yang tidak sempurna.
Komposisi Gizi per 100 gram Labu Siam
 
Komposisi gizi        Kadar
Energi (kkal)           17
Protein (g)               0,82
Lemak (g)                0,13
Karbohidrat (g)      3,9
Serat (g)                   1,7
Gula (g)                    1,85
Kalsium (mg)          17
Besi (mg)                 0,34
Magnesium (mg)    12
Fosfor (mg)              18
Kalium (mg)             125
Natrium (mg)            2
Seng (mg)                 0,74
Tembaga (mg)          0,12
Mangan (mg)            0,19
Selenium (mg)          0,2
Vitamin C                   7,7
Tiamin (mg)               0,03
Riboflavin (mg)        0,03
Niacin (mg)               0,47
Vitamin B6 (mg)      0,08
Folat (mkg)               93
Vitamin E (mkg)       0,12
Vitamin K (mkg)       4,6
Berikut adalah beberapa manfaat dari Labu siam :



1.       Cegah kanker: buah labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7 g per 100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. Serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit kanker yang disebabkan sistem pencernaan yang tidak sempurna.

2.       Serat pangan mampu mengurangi waktu tinggal (transit time) makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Selama tinggal di saluran pencernaan, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik (penyebab kanker). Berkat singkatnya transit time sisa makanan di saluran pencernaan, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga makin pendek, sehingga peluang terjadinya kanker menjadi sangat kecil.. Sering mengkonumsi labu siam, berarti menjauhkan kanker usus dari kehidupan kita.

3.       Makanan baik wanita hamil: asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena dapat mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Konsumsi asam folat yang rendah pada ibu hamil berhubungan erat dengan berat bayi lahir rendah dan kejadian neural tube defects(gangguan otak). Kandungan asam folat pada buah labu siam juga cukup baik, yaitu 93 mkg per 100 g. Konsumsi 100 gram labu siam setiap hari cukup untuk memenuhi 23,25 persen kebutuhan tubuh akan asam folat.

4.       Cegah hipertensi: buah labu siam juga kaya akan kalium. Kalium berguna bagi tubuh untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga tubuh menjadi lebih segar. Selain bersifat diuretik (peluruh air seni), kandungan alkoloidnya bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat. Oleh sebab itulah, labu siam bisa menurunkan darah tinggi.

5.       Untuk menurunkan Tekanan darah tinggi caranya : satu buah labu siam segar diparut lalu diperas, dan air perasannya diminum setiap pagi dan sore. InsyaAllah dalam waktu yang tidak begitu lama tekanan darah akan kembali normal.

6.       Turunkan kolesterol: buah labu siam juga mengandung komponen vitamin yang cukup tinggi. Niasin merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang disebut sebagai vitamin B3, berfungsi untuk menurunkan produksi VLDL (very low density lipoprotein) di dalam hati, sehingga produksi kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida dapat menurun. Mengkonsumsi rutin berbagai olahan labu siam sangat baik untuk menurunkan kolesterol.

7.       Niasin berperan pada reaksi enzimatik di dalam tubuh untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yaitu sebagai koenzim I dan koenzim II. Niasin sangat diperlukan agar suplai energi dalam jaringan tubuh berjalan normal. Kekurangan niasin yang parah setelah beberapa bulan akan mengakibatkan pellagra serta dermatitis, yaitu gangguan kulit yang khas dan simetris, terutama di bagian badan yang tidak tertutup seperti tangan, lengan, siku, kaki, kulit, dan leher.

8.       Atasi asam urat: Labu siam juga sangat baik bagi penderita asam urat. Efek diuretik dari labu siam akan melancarkan pembuangan air kecil, sehingga kelebihan asam urat dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

9.       Diabetes mellitus: labu siam juga baik bagi penderita diabetes. Hal itu disebabkan pada labu siam terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga penderita diabetes tidak perlu mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan. Konsumsi rutin labu siam yang telah dikukus, karena kandungan patinya mengenyangkan.

10.   Gusi Berdarah: Parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu, minum 3 kali sehari.

11.   Sariawan : untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus. Namun, labu siam tidak cocok diberikan kepada penderita rematik karena sifat dinginnya dapat memicu munculnya gejala sakit.

12.   Tumit Hitam: getah labu siam, dioleskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu dicuci tumit hingga bersih.

Friday, June 8, 2012

Khasiat herba sisik Naga


Khasiat herba sisik Naga

Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)

Sisik Naga
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)

Sinonim :
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.

Klasifikasi (plantamor, 2012)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.


Uraian :
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar (iptek, 2012)


Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa). NAMA ASING Bao shu lian (C), dubbeltjesvaren, duiteblad, duitvaren (B). NAMA SIMPLISIA Drymoglossi Herba (herba picisan) (Iptek, 2012).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rasanya manis, sedikit pahit, dingin. Antiradang, menghilangkan nyeri (analgesik), pembersih darah, penghenti perdarahan (hemostatis), memperkuat paru-paru, dan obat batuk (antitusif). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Ekstrak alkohol daun sisik naga mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan Escherichia coli, sedangkan ekstrak alkohol dan ekstrak airnya dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus aureus (L. Nuraini Susilowati, FF UGM, 1988).


BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.


INDIKASI
Daun digunakan untuk pengobatan : gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan, seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik, keputihan (leukore), dan kanker payudara.


CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.


CONTOH PEMAKAIAN

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya. Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.


Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.


Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.


Sariawan
Cuci 1 genggam daun sisik naga sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Gunakan air saringannya untuk berkumur selagi hangat.


Menghentikan perdarahan
Cuci 30 g daun sisik naga segar, lalu giling sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring, lalu air saringannya diminum. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.


Komposisi :
Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan gula.

Thursday, June 7, 2012

Adas & Manfaatnya



Adas

(Foeniculum vulgare Mill.)

Sinonim :
= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.

Familia :
Apiaccae (Umbelliferae)

Uraian :
Menurut catatan di wikipedia.org, tanaman Adas (Foeniculum vulgareMiller) adalah tanaman dengan sejuta manfaat yang telah banyak digunakan sebagai obat-obatan herbal dan juga bumbu masak. Tanaman yang berasal dari Mediterania dan Eropa selatan ini bahkan menjadi komoditi ekspor yang cukup banyak dicari.

Di Indonesia sendiri, tanaman ini memiliki banyak nama, diantaranya adalah manih (Minangkabau), hades (Sunda), adas landi (Jawa), das pedas (Aceh), adase (Bugis), papaato (Buol), dll.
Adas dicirikan sebagai tanaman perdu tahunan, batangnya berlubang, beruas, dan berwarna hijau keputihan. Jika batang adas memar akan mengeluarkan bau yang wangi. Biji adas berwarna biru kehijauan saat masih muda, dan akan menjadi hijau kecoklatan jika sudah tua. Bentuk biji adas ini lonjong dan memiliki aroma yang kuat, sedangkan buahnya memiliki rasa yang sedikit manis dan agak pedas.
Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:
Buah bermanfaat untuk mengatasi :
- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
  muntah, diare,
- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
- air susu ibu (ASI) sedikit,
- putih telur dalam kencing (proteinuria),
- susah tidur (insomnia),
- buah pelir turun (orchidoptosis),
- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
- pembengkakan saluran sperma (epididimis),
- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
- rematik gout, dan
- keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Daun berkhasiat mengatasi :
- batuk,
- perut kembung, koilk,
- rasa haus, dan
- meningkatkan penglihatan.

CARA PEMAKAIAN :
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Batuk
    a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
       cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
       teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
       sehari, sampai sembuh.

    b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
       kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
       bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
       jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
       seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
       setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
       sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Sesak napas
    a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
       makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
       sampai sembuh.

    b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
       jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
       poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
       3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
       lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
       separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
       Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Sariawan
    Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
    1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
    daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
    1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
    rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
    dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
    dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
    dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
    3/4 gelas.

4. Haid tidak teratur
    Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
    jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
    bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
    sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
    Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
    tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
    masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
    Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
    setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

5. Batu empedu
    Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air
    panas. Min

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Friday, May 25, 2012

Serba-serbi Manfaat Rambutan

Serba-serbi Manfaat Rambutan


Nama Indonesia : Rambutan
Nama Latin : Nephelium lappaceum L.
Nama Daerah : Sumatera: rambutan, rambot, rambut, rambuteun, rambuta, jailan, folui, bairabit, puru  
Nama Asing : ngoh(Thailand), Shao tzu (China), rambutan (Tagalog), ramustan (Spanyol), mamon chino (Nicaragua, Costarica, Panama). biancak, puru biawak, hahujam, kakapas, likis, takujung alu.Jawa: rambutan, corogol, tundun, bunglon, buwa buluwan. Nusa Tenggara: buluan, rambuta. Kalimantan: rambutan, siban, banamon, beriti, sanggalaong, sagalong, beliti, malit;, kayokan, bengayau, puson. Sulawesi: rambutan, rambuta, rambusa, barangkasa, bolangat, balatu, balatung, walatu, wayatu, wilatu, wulangas, lelamu, lelamun, toleang. Maluku: rambutan, rambuta.
Nama Simplisia : Nephelii lappacei Semen (biji rambutan). Nephelii lappacei Pericarpium (kulit buah rambutan).

Deskripsi :
Rambutan banyak ditanam, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300-600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan tunas, atau dicangkok. 

Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, nitrogen, sodium, seng, magnesium, mangan, potasium, fosfor, vitamin C, vitamin A, thiamin dan ribovlafin. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Manfaat rambutan, yang mungkin selama ini kita anggapan hanyalah sebagai makanan cuci mulut yang nikmat disaat musim panas ternyata memiliki manfaat lain yaitu sebagai obat alami, selain jenis jenis rambutan yang beragam kelik jenis jenis rambutan untuk membaca tentang jenis jenis rambutan. Manfaat rambutan juga bagus untuk kesehatan dan juga sangat beragam jumlahnya, diantaranya adalah biji rambutan, kulit rambutan, daun rambutan, namun kali ini serba serbi hanya akan berbagi tentang manfaat biji rambutan, sahabat bisa memanfaatkannya untuk obat kencing manis alami, yang tentunya sangat jauh dengan bahan bahan zat kimia berbahaya.
Jadi mulai sekarang nggak ada salahnya sahabat serba serbi untuk mencoba manfaat biji rambutan sebagai obat kencing manis, jadi setelah habis makan rambutan bijinya jangan langsung dibuang, he...he... kan masih bisa dimanfaatkan sebagai obat alami, adapun langkah-langkah membuatnya adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan beberapa buah biji rambutan, aturannya 5 buah biji rambutan untuk 1 gelas obat.
  2. Cuci bersih biji rambutan, setelah itu digoreng tampa menggunakan minyak, seperti menggoreng kopi.
  3. Tumbuk halus gorengan biji rambutan yang telah digoreng, seperti bubuk kopi.
  4. Campur bubuk kopi biji rambutan dengan dengan air panas, dan biarkan sampai dingin.
  5. Setelah dingin minum kopi biji rambutan tersebut lakukan 2 kali sehari (pagi dan sore)
Selain kegunaan diatas, berikut beberapa manfaat lain dari rambutan.
Bagian Yang Digunakan:
Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. Minyak biji rambutan diproduksi untuk industri lilin dan sabun.

Indikasi :
  • Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam.
  • Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.
  • Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut. kataplasma untuk menyembuhkan sakit kepala.
  • Akar digunakan untuk mengatasi: demam. 
  • Biji digunakan untuk mengatasi:  kencing manis (diabetes melitus). 

Cara Pemakaian :
Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian.
Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

Contoh Pemakaian :
Disentri
Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas.

Demam
Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.

Menghitamkan rambut beruban

Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.

Kencing manis
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1--2 kali sehari.

Sariawan
Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .

Kanker & Darah tinggi
Mengkonsumsi 5 buah rambutan setiap hari dapat menurunkan tingkat resiko kanker dan sangat efektif menurunkan tekan darah.

Thursday, May 24, 2012

Asam Jawa, buah masam kaya khasiat

Khasiat Asam Jawa

Di dapur, Istri saya sering membuatkan sayur asem (Sayur Haseum ; Bahasa Sunda) , rasanya yang sedikit asem namun juga sedikit manis membuat saya semakin menikmati sayur tersebut.
Penasaran dengan rasa asemnya, saya bertanya kepada Istri bahan apa yang membuat sayur asem tersebut rasanya asem dan manis? Istri saya menjawab, bahan utama sayur asem adalah asam jawa yang sudah diolah.
Hmmm??…… jadi kepingin tahu manfaat asam jawa ini, masalahnya bukan hanya dalam sayur asem saja tumbuhan ini dipakai sebagai bahan penikmat rasa, namun rujak-pun masyarakat di tempat saya sering menggunakan asam jawa sebagai tambahan penikmat rasa rujak tersebut, maka dikenalah rujak asem..hehe…
Akhirnya saya memutuskan untuk Googling, dan akhirnya bertemulah saya dengan beberapa blog yang membahas tentang asam jawa tersebut, lalu saya ringkas agar Anda bisa lebih menikmati membaca artikelnya. Ini dia:
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan tumbuhan tropis, yang termasuk kedalam tumbuhan berbuah polong, karena Indonesia memiliki iklim tropis, rasanya di setiap tempat di Indonesia tumbuhan ini dapat tumbuh, jadi saya tidak perlu membahas bentuk batang, daun, bunga dan buahnya. Namun saya hanya ingin menekankan kepada manfaat dari tumbuhan yang rasanya asem ini. (kalau Anda masih penasaran dengan bentuk tumbuhan ini, Googling aja ya :D).
Manfaat asam jawa: Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili; Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul; Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa, Rambut rontok;
Contoh Peramuan Asam Jawa:
1. Asma
2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya. Kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari

2. Batuk Kering
3 polong buah asam jawa, setengah genggam daun saga. Kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
3. Demam
1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya. Kedua bahan tersebut direbus dengan setengah liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
4. Sakit Panas
2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya. Kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Hasil saringan diminum biasa. Ibu hamil tidak diperkanankan minum minuman ini karena bisa berkaibat fatal bagi kandungan.
5. Reumatik
1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara pemakaian, hasil tumbukan dikompreskan ke bagian yang sakit.
6. Sakit perut
3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya. Semua bahan tersebut ditumbuk dan dicampur sampai merata. Hasil tumbukan digosokan ke perut.

7. Alergi/Biduren (Jawa)
2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, seperempat sendok kapur sirih. Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Hasil rebusan 2 kali sehari, pagi dan sore
9. Sariawan
2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa. Semua bahan tersebut direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Hasil rebusan diminum.
10. Luka baru
Daun asam jawa secukupnya dikunyah atau dilumat, lalu tempelkan pada luka.
11. Luka borok
Beberapa biji asam jawa. Biji asam jawa ditumbuk halus, lalu ditempelkan pada luka, kemudian diperban.
12. Eksim dan Bisul
1 genggam daun asam jawa yang masih muda, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari. Kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.
13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah
3 – 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya. Biji asam jawaditumbuk halus. Bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawatersebut.
14. Gigitan ular biasa
3-5 biji asam jawadibelah menjadi dua, belahan biji bagian dalam ditempelkan pada bekas gigitan ular tersebut. “Jumlah biji yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.”

Serba-serbi manfaat herbal selasih


Selasih, Obati Stres dan Gangguan Pernapasan


Ocinum basilicum Linn.
Stres? Minum Selasih! Biji selasih, selain nikmat dibuat minuman juga menyehatkan. Seluruh bagian tanaman ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik fisik maupun psikis.

Pemanfaatan tanaman untuk pengobatan, di antaranya selasih, sudah dilakukan masyarakat India sejak 5.000 tahun lalu. Seperti diketahui, kondisi sehat menurut kebudayaan India adalah keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Membangun keseimbangan itulah, salah satu khasiat tanaman yang dalam bahasa setempat disebut tulasi, tulsi, surasa, vishnu-priya, atau krishnamu. Selasih (Ocinum basilicum Linn.) disebutkan dalam situs indianherb, juga sangat kuat untuk mengurangi stres.

Seefektif Obat
Meskipun belum ada studi klinis mengenai efek psikologis selasih pada manusia, namun sudah banyak yang membuktikan khasiatnya sebagai pereda stres. Sebuah laporan mengumumkan hasil penelitian yang menunjukkan khasiat tanaman yang mirip kemangi ini sebagai penurun hormon stres. Juga tercatat adanya kesembuhan stres secara cepat. Penelitian pada binatang yang menguatkan bahwa selasih memiliki efek yang sama dengan obat-obatan stimulan dan antidepresi.

Di Cincinnati, AS, tercatat banyak pasien stres yang  mengalami kesembuhan setelah mengkonsumsi selasih. Seorang konselor klinis, Dr. Barbara Hensley, membenarkan efek herbal ini pada sejumlah pasiennya. Sebelumnya mereka telah mencoba herbal lain dan tidak berefek apa-apa.

Kecemasan dan depresi berat yang dialami salah seorang pasien Dr. Hensley jauh berkurang setelah beberapa hari mengkonsumsi selasih. "Sekitar 6-8 bulan kemudian kondisi mereka masih baik dan bisa lebih mudah berkonsentrasi,"ujarnya. Dr. Hensley merasa sangat terkesan oleh para pasiennya, sehingga dia mulai tertarik untuk mengkonsumsinya. Ia pun mengakui keampuhan selasih, dan kini merasa lebih berenergi, tidak cepat lelah dan stresnya berkurang.

Tak dijelaskan kandungan apa yang ada dalam tanaman selasih yang berefek pada penurunan stres. Unsur fitokimia yang dipunyai selasih sangat banyak. Di seluruh tanaman mengandung minyak menguap yang terdiri dari ocimene, alpa-pipene, cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, methylchavicol, eugenole, dan lainnya. Sedangkan bijinya mengandung planteose, asam lemak yaitu asam palmitat, oleat, stearat, dan linoleat.

Ditambahkan oleh ahli tanaman obat dari Malang, Ir. Wahyu Suprapto, selasih mengandung minyak atsiri, sehingga tidak boleh digunakan oleh penderita rematik, karena bisa menimbulkan nyeri. Yang menonjol, katanya, adalah kandungan zat basilicin yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan vitamin C. Vitamin ini penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan tubuh manusia.

Penurun Gula Darah
Ada berbagai macam penyakit lain yang sanggup dihadapi selasih. Dalam farmakologi Cina dinyatakan kalau seluruh herba ini bisa merangsang penyerapan (absorpsi), peluruh keringat (diaporetik), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan sakit (analgesik), melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun.

Kemampuan lainnya yakni membunuh kuman (antiseptik), peluruh angin (carminativa), mematangkan bisul (maturativa), radang lambung, pencahar, TBC, dan menghentikan kegugupan.

Teh daun selasih biasa diminum untuk menyembuhkan segala jenis batuk, demam malaria, gangguan pencernaan, penambah napsu makan dan tak enak badan. Baik pula untuk gangguan pernapasan, mual, nyeri haid, pengobatan pascapersalinan, pembersih dan penguat jantung. Bijinya bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan pelembut kulit.

Sebagai antiradang selasih memiliki efektivitas sama seperti aspirin dan ibuprofen. Yang lebih menguntungkan, tidak seperti obat-obat itu, selasih tidak mengiritasi perut. Itu karena pada herba ini terdapat unsur yang mencegah perlukaan dalam tubuh yang disebabkan obat-obatan.

Suatu penelitian pada marmut membuktikan kalau ekstrak daun selasih berefek antialergi dan antibakteri. Sebagai antibakteri, ia aktif melawan staphlococcus aureus dan mycoplasma tuberculosis, serta jamur. Untuk pemakaian luar, selasih efektif sebagai penyembuh luka, kelainan kulit, juga merupakan obat antinyamuk yang ampuh.

Tanaman ini juga bisa untuk mencegah kanker dan mengurangi kolesterol. Pada Diabetes Mellitus, terutama yang non-insulin dependent (NID DM), selasih dapat menurunkan kadar gula darah serta melindungi sel dalam pankreas yang memproduksi insulin, dari kerusakan.

Penelitian secara acak pada tahun 1996 menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa dan setelah makan yang bermakna, pada pasien NID-DM. Menurut riset yang dilakukan pada tikus, kandungan ethanol dalam selasih berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Temuan lain yang mengagumkan, ternyata selasih mampu melindungi jaringan dalam tubuh dari kerusakan akibat radiasi.
Berikut beberapa Penyakit yang dapat disembuhkan dengan selasih dan cara penggunaannya :
1. Sering gugup : setiap hari minum 2 sendok teh biji selasih yang direndam dalam air.
2. Sariawan : minum setiap hari biji selasih, dapat dicampur dengan sirup.
3. TBC : tanaman seutuhnya 3 batang, dicuci, lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas,  setelah dingin, saring, minum dengan air gula secukupnya, sehari 3 x 3/4 gelas.
4. Sakit kepala : haid tidak teratur; rematik : tanaman 10 – 15 gr digodok, diminum atau ditumbuk, diperas airnya lalu diminum.
5. Radang mata ; bercak putih pada selaput bening mata (corneal opacity) : biji selasih 2 1/2 – 5 gr, digodok lalu diminum.
6. Lelah setelah bekerja : kesehatan jantung : gunakan minyak selasih untuk aroma therapi.