Sunday, May 30, 2010

siapakah sebenarnya pengagas MONAS

"siapakah sebenarnya pengagas berdirinya sejarah MONAS"

Spoiler for sejarah:
BERAWAL dari Voorschoten, sebuah kampung di Randstad, Belanda yang masuk dalam Provinsi Holland Selatan. Disinilah Melchior Treub lahir pada 1851. Boleh jadi banyak pembaca yang belum pernah mendengar nama ahli botani Belanda ini. Kelar kuliah di Universitas Leiden, menjadi ahli botani di sini kemudian pada 1880-1909 ia pindah ke Hindia Belanda.

Ia dikenang atas hasil kerja terkait flora tropis di Jawa. Bogor Botanical Gardens atau Kebun Raya Bogor adalah tempat Treub mengabdi sebagai direktur selama 30 tahun. Tempat ini mendapat pengakuan internasional sebagai lembaga ilmiah di bidang botani. Sebagai ahli tetumbuhan, ia berencana membuat jalan silang yang memotong Koningsplein.

Sebelum menjadi Koningsplein atau Lapangan Raja dan kemudian menjadi Medan Merdeka atau Lapangan Monumen Nasional (Monas), lapangan terbesar di dunia ini - meliputi hampir 1 km2 - pernah dijadikan lapangan latihan militer oleh Daendels pada 1809 dan diberi nama Champs de Mars. Sebelum itu, demikian seperti ditulis Adolf Heuken dalam Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, lapangan ini bernama Buffelsveld (lapangan kerbau).

Usai masa kuasa Inggris, lapangan itu kemudian diberi nama Koningsplein atau Lapangan Raja. Gubernur jenderal mulai tinggal di istana negara, maka beberapa instansi pemerintah dan kantor perusahaan besar mulai dibangun di pinggir lapangan ini sejak awal abad 19.

Kembali ke gagasan Treub untuk mengatur lapangan Koningsplein, rencana itu sebagai upaya membuat lapangan itu menjadi lebih bermanfaat dari hanya sekadar lapangan rumput nan luas. Rencana ini terlontar di tahun 1892 dalam sebuat tulisan ilmiah di majalah Teysmannia.

Jalan-jalan yang disarankan Treub mirip dengan Jalan Silang Monas kini. Jalan silang ini bertemu di satu titik berupa bundaran tepat di mana Monumen Nasional kini berdiri. dalam tulisan itu ia juga menyarankan agar di tengah bundaran dibikin kolam atau monumen kecil, sekeliling bundaran dihias petak-petak bunga. Di antara kelompok pohon, yang disarankan Treub, yang mengelilingi bundaran itu dapat dibangun kios atau rumah bola untuk pertunjukan musik di udara terbuka.

Dalam tulisan itu Treub tak lupa mengurai keunikan lapangan seluas sekitar 90 ha itu. Dibandingkan dengan lapangan di kota-kota besar lain di dunia pada masa itu, lapangan Koningsplein tak tertandingi. Saint James Park dan Green Park di London hanya sekitar sepertiga Koningsplein, tulis Treub.

Namun sayang rencana ini ternyata tak ditanggapi penguasa masa itu. Tapi 25 tahun kemudian kotapraja mengajukan rencana baru tentang lapangan itu yaitu balai kota yang diusulkan berada di sisi utara berhadapan dengan istana. Demikian ditulis Siswadhi dalam "Silang Monas Ide Tahun 1892". Rencana ini juga dilengkapi dengan rencana jalan, taman, lapangan olahraga. Lagi-lagi rencana ini kandas.

Tahun 1934 dan 1937 rencana ini muncul kembali dan juga berakhir tenggelam. Dalam rencana tahun 1934 balai kota ditempatkan di Monumen Nasional kini kemudian dari sini dibangun jalur ganda ke Merdeka Utara. Di kiri kanan dibanguna gedung pemerintahan plus Stadion Ikada. Tahun 1937 revisi rencana mencantumkan, bangunan di sepanjang jalan ke balai kota dihapuskan dan Stasiun Gambir digeser ke utara.

Kemudian datanglah masa itu, masa 1960-an di mana Presiden pertama RI Soekarno kemudian membangun Monumen Nasional (Monas) sekaligus jalan silangnya. Setelah 70 tahun gagasan Treub terlunta-lunta akhirnya Soekarno yang menuntaskan semua rencana. Ia memerintahkan racangan menyeluruh untuk lapangan dan daerah sekitarnya hingga ke Jalan Thamrin. Bangunan lama seperti istana dan Willemskerk, gereja di seberang Stasiun Gambir, dipertahankan.

Kini, lebih dari seabad sejak Treub melontarkan rancangan dan gagasan atas lapangan Koningsplein, lapangan Monas dibiarkan terbuka dengan berbagai jenis pepohonan, air mancur, bahkan ditambah atraksi rusa - yang tak terdengar lagi kabarnya.


sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3387457

..:::17 Tanda Darurat Saat Hamil (Wajib Baca):::..



Buat kaskuser / istrinya kaskuser semua...
Mudah2an thread ini berguna..

Gejala tertentu saat hamil kadang butuh pertolongan dokter segera!!!.
Jika ibu menemui gejala-gejala berikut ini, itu artinya alarm tanda bahaya telah berbunyi,
dan segeralah telepon dokter untuk meminta saran tindakan apa yang seharusnya dilakukan.
Berikut adalah 17 gejala dari kehamilan yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kehamilan,
mulai dari keguguran hingga dapat menyebabkan ibu hamil meninggal dunia apabila terlambat di bawa ke dokter kandungan (atau tenaga medis ahli) untuk dikonsultasikan dan diberikan pengobatan.

1. Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu telepon ke dokter, meski jika tidak sedang hamil.
2. Sakit perut yang hebat atau bertahan lama,
3. Perdarahan atau terjadi bercak dari vagina,
4. Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atau berdarah.
5. Adanya tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
6. Pipis yang sakit atau terasa seperti terbakar.
7. Sedikit pipis atau tidak pipis sama sekali.
8. Muntah berat atau berulangkali, atau muntah disertai sakit atau demam.
9. Menggigil atau demam di atas 101 derajat Fahrenheit (38,3 C).
10. Rasa gatal yang menetap di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
11. Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
12. Sakit kepala berat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
13. Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
14. Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.
15. Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 2 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, artinya kondisi janin tidak normal
16. Trauma atau cedera pada daerah perut.
17. Pingsan atau pusing-pusing, dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).

Perlu dicatat, gejala-gejala diatas mungkin lebih atau kurang mendesak tergantung pada situasi khusus atau riwayat kesehatan ibu
dan sudah berapa minggu ibu jalani kehamilan. Sebelumnya, mungkin ada baiknya jika ibu dan dokter
mendiskusikan bersama berbagai titik di masa kehamilan yang mungkin bisa menimbulkan kondisi darurat.
Jika ibu hamil tak yakin apakah gejala itu serius atau tidak, jangan menyimpulkannya dengan pikiran sendiri.
Jika ibu hamil merasa tidak mudah memutuskannya, percayalah pada insting dan segera telepon dokter.
Jika ada masalah, ibu akan mendapat pertolongan segera. Jika tidak ada masalah pun, ibu akan merasa aman kembali.
Tubuh ibu hamil berubah dengan cepat sehingga sukar mengetahui apakah yang ibu alami itu normal atau tidak.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2696588

Mengapa "Mama" Kata Pertama Pilihan Bayi



Sebagian besar bayi umumnya mengucapkan "mama" atau sejenisnya sebagai kata pertama yang dikenalnya. Kata tersebut ternyata memang struktur kata yang paling sederhana dan paling mudah dikenali bayi.

Kuncinya pada pengulangan suku kata. Otak bayi merespon pengulangan tersebut dengan sangat baik. Itulah kesimpulan Judit Gervain, peneliti dari University British-Columbia, yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi terbaru.

Kesimpulan tersebut diambil setelah Gervain melakukan pemindaian terhadap 22 bayi yang baru berusia 2-3 hari. Kepada bayi-bayi tersebut diperdengarkan sejumlah kata yang mengandung perulangan, seperti mubaba dan penana dan yang tidak seperti mibage dan penaku.

Saat kata yang mengandung bentuk perulangan diperdengarkan, otak bayi di bagian temporal dan frontal kiri bereaksi. Sebaliknya, saat kata yang tidak mengandung perulangan diberikan, tidak ada bagian otak yang memberikan respon dominan.

"Hal tersebut mungkin yang membuat banyak penutur berbagai bahasa tanpa sengaja memiliki daftar kata berulang untuk anak-anaknya," ujar Gervain. Hasil penelitiannya juga sesuai dengan fakta bahwa pusat bahasa pada orang dewasa yang tidak kidal berada di otak kiri.

Jadi, sudah jelas mengapa kata "mama" atau "papa", "tata", "dada", dan sejenisnya paling mudah untuk melatih vokal bayi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa kemampuan untuk mengenali kata yang mengandung perulangan merupakan sifat dasar otak manusia. Sifat inilah yang membuat dapat belajar bahasa ibu secara sistematis dan efisien.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=67037768#post67037768